4 Tips Beli Mainan Edukatif dan Kreatif Bagi Anak

0

Mainan dirancang agar meningkatkan kemampuan si kecil dari segi fisik maupun mental. Namun, orang tua juga harus jeli dalam memilih mainan untuk buah hatinya. Jangan sampai sudah membeli mainan mahal, ternyata si kecil malah tidak suka atau cenderung merusak karena masih belum sesuai dengan usianya.

Anak-anak sekitar usia balita atau bawah lima tahun memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Mereka juga merupakan malaikat kecil yang senang menjelajah dan menyukai hal-hal baru yang mereka temui. Jadi, jangan heran jika mainan yang baru saja dibeli dari toko mainan, sudah hancur berkeping-keping atau terbelah lantaran diotak-atik oleh si kecil.

Dalam membeli mainan, ada baiknya orang tua memperhatikan dahulu beberapa pertimbangan berikut ini. Apa sajakah itu? Marilah, kita selidiki satu per satu:

Kesederhanaan

mainan-sederhana

Mainan untuk anak haruslah mengandung unsur simpel atau sederhana. Maksudnya, jangan memilih mainan yang terlalu rumit atau kompleks karena bisa menimbulkan stimulasi yang berlebihan sehingga anak-anak justru jadi enggan dan menjauhi mainan itu. Sebagai contoh, jenis mainan digital seperti PS, sangat tidak pas dengan usia anak balita karena terlalu rumit.

Susun Benda

 

permainan-susun-bendaSebaliknya, anak-anak balita lebih senang dengan mainan yang sederhana, di mana mereka bisa mengotak-atik seperti menyusun kemudian menghancurkan lagi. Jenis permainan seperti blok sangat cocok untuk melatih kemampuan motorik mereka dalam memegang benda kecil kemudian menyusunnya dengan rapi sesuai instruksi orang tua. Permainan menyusun blok juga melatih kecerdasan otak karena membutuhkan strategi agar blok yang disusun tidak gampang rubuh.

Lego

bermain-lego

Kalau permainan yang satu ini, seluruh anak di dunia mengenalnya. Bahkan, sekolah usia dini atau TK juga mengajak siswa bermain lego secara teratur. Hal ini bukan tanpa alasan, karena lego dapat meningkatkan kreatifitas dan daya imajinasi si kecil dalam membentuk suatu rancangan memakai lego yang ditempelkan satu sama lain.

Puzzle

bermain-puzzle-untuk0anakHati-hati memilihkan jenis puzzle bagi anak. Usahakan agar sesuai dengan usia mereka. Anak-anak yang masih kecil terkadang tidak begitu menyukai jenis permainan yang terlalu menguras otak. Mereka lebih senang permainan dengan gerak motorik yang lebih mudah. Namun demikian, bermain puzzle juga cukup menyenangkan. Bila perlu, orang tua harus mendampingi. Puzzle untuk anak bisa berupa permainan mencocokkan gambar, menyusun rangkaian huruf dan menyusun potongan gambar hingga menjadi suatu gambar yang utuh.

Nah, sekarang Anda sudah tahu tips untuk membeli mainan buah hati. Jangan salah pilih mainan lagi ya (terasluar-Detty)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.