10 Cara Menghadapi Anak Ekstrovert

0

Anak muncul di dunia ini pastinya karena sebuah maksud dan tujuan. Seorang anak pastinya akan dinantikan oleh orang tua. Ibaratnya sebuah pernikahan tidak akan sempurna bila anak belum hadir di permukaan bumi ini. Segala hal dan cara dilakukan oleh orang tua agar seorang anak lahir. Tangisannya pun sangat dinantikan. Namun untuk membesarkan seorang anak tentu saja bukanlah hal mudah karena orang tua perlu bekerja keras.

Apalagi bagi orang tua yang baru saja terjun mengurusi anak tentunya untuk memahami karakter seorang anak tentu tidaklah mudah. Seorang anak sendiri dapat tumbuh menjadi seorang ekstrovert ataupun introvert. Dalam hal ini, anak tidak dapat memilih namun orang tua dapat mengarahkan hal terbaik pada anak.

Salah satu kepribadian anak yang dapat membuat orang tua kewalahan dan membutuhkan ekstra tenaga adalah anak yang memiliki kepribadian ekstrovert. Anak ekstrovert sendiri tidak bisa diam karena mereka sangat menyukai sebuah aktifitas apalagi bila sudah melihat sesuatu yang menarik. Dalam menghadapi anak ektrovert kamu  harus melakukan cara berikut ini.

1. Tidak Boleh dibiarkan Sendiri

 jangan-biarkan-anak-main-sendiriAnak ekstrovert sendiri adalah anak yang sangat aktif. Mereka tidak suka berdiam diri. Maka dari itulah hal inilah yang dapat membuat orang tua harus ekstra untuk menjaga karena bila anak meleng sedikit bahkan ditinggalkan semenit pun anak bisa celaka. Segala benda yang ada di sekitarnya pastinya akan dicoba diraihnya karena penasaran. Anak ekstrover bila disuruh diam pun akan merasa seperti tertekan. Oleh karena itu, orang tua perlu berada di samping anak agar anak tidak melakukan hal yang dapat melukai dirinya sendiri.

2. Lakukan Kegiatan Fisik

Anak ekstrovert pastinya merupakan sebuah anugerah yang diberikan Tuhan kepada orang tua. Anak yang tidak bisa diam pastinya sangat suka bergerak. Maka dari itu, orang tua bisa mengarahkan anak untuk melakukan sebuah kegiatan fisik yang mana sangat bagus untuk pertumbuhannya.

Selain melakukan aktifitas di dalam rumah, anak pastinya akan senang melakukan aktifitas di luar rumah. Ajaklah anak untuk berolahraga lari di pagi hari. Bila perlu ajarkan anak tentang cara membersihkan rumah namun dengan cara yang berbeda yang mana anak menganggap bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan bermain bukan kegiatan untuk membersihkan rumah.

3. Asah Kemampuannya

Agar  kepribadian anak dapat menghasilkan sebuah prestasi di masa depan. Orang tua perlu mengapresiasi anak dengan cara mengarahkan mereka untuk mengikuti berbagai kegiatan positif seperti memasukkan anak ke les berenang, karate, menari, ataupun kegiatan lainnya yang mana akan sangat berguna untuk anak di masa depan.

Anak sendiri pastinya akan senang bila melakukan sebuah kegiatan positif bahkan bertemu dengan teman baru karena anak ekstrovert sangat menyukai keramaian. Maka dari itulah, inilah salah satu hal bagus dilakukan oleh anak ekstrovert.

4. Biarkan Anak Berbicara

biarkan-anak-berbicaraKetika anak sudah berbicara pastinya mereka akan sulit diam dan akan terus berbicara untuk bertanya mengenai segala hal yang ada di dekatnya. Bila orang tua yang tidak sabaran pastinya akan merasa bahwa anak sangat cerewet dan sangat menganggu.

Anak ekstrovert bila sudah berbicara ada baiknya jangan disuruh berhenti melainkan kita sebagai orang tua adalah membiarkan anak berbicara agar kita mengetahui dengan apa yang dipikirkan oleh otak anak. Bila kita meminta anak untuk berhenti berbicara pastinya hal ini dapat mempengaruhi rasa percaya dirinya.

5. Ajarkan Tentang Aturan

Ketika anak ekstrovert sudah asyik berbicara dan beraktifitas pastinya kita sebagai orang tua akan kewalahan untuk mengatasinya. Dalam hal ini, kita sebagai orang tua pun juga harus mengajarkan sebuah aturan bahwa kapan anak harus bermain, belajar, makan ataupun tidur.

Dengan begitu, anak tidak akan semaunya sendiri untuk beraktifitas. Anak ekstrovert tentunya perlu diajarkan sebuah aturan di rumah ataupun di sekolah agar anak tidak melakukan segala hal dengan sesuka hatinya ataupun egois dan tidak tidak mempedulikan keadaan sekitar.

6. Ajarkan Tentang  Belajar Mendengarkan Orang Lain

Belajar mendengarkan orang lain sendiri tidak hanya dipelajari oleh orang dewasa saja melainkan juga perlu dipelajari oleh anak-anak. Belajar mendengarkan orang lain perlu dilatih oleh anak ekstrovert karena biasanya anak ekstrovert sangat suka berbicara agar orang lain di sekitar mendengarkannya. Padahal orang di sekitarnya juga perlu didengarkannya.

Ketika anak merasa bahwa lingkungan sekitar tidak bisa mendengarkannya pastinya anak akan sedih bahkan stress. Padahal hal yang dilakukannya belum tentu benar. Maka dari itulah, anak juga perlu melihat situasi yang ada dan mendengarkan orang lain agar anak dapat membiasakan diri dengan lingkungan sekitar.

7. Ajarkan Tentang Berbagi Antar Sesama

Anak ekstrovert suka sekali merasa bahwa dirinya adalah pusat perhatian dan perlu diperhatikan. Bila dirinya tidak berhasil menjadi pusat perhatian pastinya ada yang kurang sempurna pada dirinya. Padahal hal ini tidak bagus bila dibiarkan hingga dewasa nanti. Maka dari itulah, anak ekstrovert perlu diajak untuk melihat sesuatu hal yang buruk dibandingkan dirinya.

Salah satunya adalah kita dapat mengajak anak berkunjung ke panti asuhan ataupun mengajak anak ke sebuah amal. Dengan begitu anak akan menyadari bahwa di dunia ada yang kurang beruntung dibandingkan dirinya.

8. Ajarkan Tentang Sebuah Kejujuran

melatih-kejujuran-pada-anakKejujuran merupakan barang mahal di dunia ini. Ketika seseorang sudah berbohong pastinya untuk selanjutnya dirinya tidak akan dipercayai lagi. Apabila anak berbohong tentunya hal ini ada yang salah dengan sang anak. Bisa jadi anak sering berbohong dikarenakan didikan orang tua yang salah.

Ketika anak ekstrovert sedang asyik berbicara dengan temannya dan merasa kehabisan ide, bisa saja anak membuat cerita bohong kepada temannya agar teman tetap fokus kepada dirinya. Padahal hal tersebut tidak bagus untuk dilakukan. Karena itulah, orang tua perlu menegur anak jika dirasa anak sudah bisa berbohong. Berbohong kepada orang lain nyatanya tidak bagus untuk kesehatan sang anak.

9. Ajarkan Tentang Agama

Dalam agama, pastinya kita diajarkan untuk bersikap sabar, rajin, penurut dan bersyukur. Beberapa anak ekstrovert di dalam dirinya selalu haus dengan namanya banyak bicara, didengar orang, menjadi pusat  perhatian serta rindu keramaian. Padahal hal tersebut tidak sepenuhnya bagus untuk anak ekstrovert.

Berbicara terlalu banyak bahkan beraktifas yang berlebihan  tentunya tidaklah bagus untuk kesehatan anak. Maka dari itulah, anak perlu diajarkan dengan cara mengaji, membaca al quran agar keaktifan anak menjadi tabungan di surga nanti.

10. Ajarkan Tentang Pentingnya Fokus

Segala hal yang ada di depan mata pastinya ingin sekali diraih dan dikuasai oleh anak ekstrovert karena sangat penasaran. Ketika rasa penasaran sudah hilang dan berubah menjadi rasa bosan pastinya mereka akan mencari aktifitas baru yang lebih mengasyikkan.

Hal inilah menyebabkan anak ekstrovert tidak bisa fokus kepada satu hal. Fokus sendiri merupakan hal yang sangat sulit. Maka dari itulah, orang tua perlu menjelaskan kepada anak bahwa anak perlu fokus pada suatu hal yang dicintainya lalu tekuni agar menghasilkan sebuah prestasi.

Nah, sudah jelas bukan kalau mengatasi anak ekstrovert ternyata tidak mudah. Selain kita harus ekstra sabar, tentunya kita juga harus menjadi contoh teladan yang baik untuk anak agar mereka mau mendengarkan bahkan menghargai diri kita sebagai orang tuanya.

Featured Image: hellosehat.com

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.