11 Tantangan Parenting dan Cara Menghadapinya

0

Parenting adalah salah satu pengalaman menakjubkan dalam fase hidup manusia. Namun, tidak jarang pengalaman ini berubah menjadi sesuatu yang menimbulkan frustrasi saat orang tua tidak tahu cara menghadapi permasalahan yang terjadi. Setiap hari adalah tantangan tersendiri dalam kehidupan orang tua.

Dikutip dari positiveparenting.com, Deborah Godfrey yang memiliki pengalaman mengajar di workshop dan kelas parenting selama lebih dari 20 tahun menulis bahwa pada dasarnya orang tua perlu menerapkan tiga hal untuk menghadapi tantangan-tantangan parenting, yaitu rasa percaya diri akan kemampuan parenting-nya, kepercayaan bahwa secara alami anak itu baik, dan penerimaan atas setiap pengalaman. Tiga hal tersebut akan menyediakan ruang bagi anak untuk melakukan hal yang benar.

“Ini adalah sesuatu yang sering saya bicarakan secara metaforis di kelas dan workshop saya. Bagaimana Anda bisa percaya dan yakin bahwa anak akan melakukan hal yang benar jika mereka sering kali membuat pilihan yang terlihat salah? Saya menganggap bahwa itu terjadi karena pada mulanya kita sering berpikir mereka akan gagal, sehingga demikianlah yang terjadi. Saat kita mulai percaya dan berlaku seolah-olah mereka akan bertindak benar, maka mereka bisa melakukan lebih dari itu! Jadi, apakah yang dimaksud dengan menyediakan ruang bagi anak untuk melakukan hal yang benar? Itu berarti kepercayaan diri akan kemampuan parenting Anda, kepercayaan bahwa secara alamiah setiap anak itu baik, dan penerimaan atas setiap pengalaman.” -Deborah Godfrey

Sebagai orang tua, kita perlu belajar banyak dan mencari tahu dari berbagai sumber tentang cara mengatasi permasalahan parenting secara tepat. Di bawah ini adalah 11 tantangan parenting yang sering dijumpai berikut solusinya.

1. Tantrum

Ini adalah salah satu tantangan parenting yang sangat mengganggu dan bisa memicu kondisi emosional orang tua.

http://publicdomainpictures.net/Holly Chaffin

Solusi:

  • Pada situasi ini penting untuk tetap mengontrol emosi. Menghindari untuk bereaksi segera setelah anak tantrum adalah pilihan bijak.
  • Katakan pada anak yang tantrum bahwa kita akan mulai mendengarkannya hanya setelah tangisnya reda.
  • Tunjukkan pula bahwa kita tidak akan goyah atau terpengaruh dengan tantrumnya, misalnya pada saat kita menetapkan larangan yang tidak boleh dilanggarnya.

2. Anak Tidak Patuh

Anak-anak kerap melakukan ini untuk menunjukkan bahwa mereka penting. Akibatnya, mereka akan mengatakan tidak terhadap perintah kita dan memperlihatkan ketidakpatuhan.

http://pixabay.com/allenlee

Solusi:

  • Tidak perlu mencoba mengekang kebebasan anak. Namun pada saat yang sama, jangan pernah menoleransi perilaku buruknya.
  • Selalu hargai pendapatnya, tetapi ajarkan pula mana yang benar dan salah, mana yang baik dan buruk.
  • Bersikaplah tenang dan sabar. Itu akan membantu menenangkan anak.

3. Persaingan Antar Saudara (sibling rivalry) Yang Melampaui Batas

Bagi orang tua yang memiliki dua anak atau lebih, salah satu tantangan besar yang sering dihadapi adalah pertengkaran di antara sesama saudara. Pertengkaran dan perdebatan yang bahkan bisa muncul karena hal-hal sepele pastilah memusingkan orang tua.
Solusi:

  • Cara terbaik untuk menangani situasi ini adalah dengan memisahkan anak-anak setelah pertengkaran terjadi. Ini akan mengurangi ketegangan dan membuat anak lebih tenang.
  • Sebisa mungkin hindari bersikap seperti seorang hakim yang memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah.
  • Buatlah beberapa aturan sebagai tindakan pencegahan agar nantinya pertengkaran-pertengkaran itu semakin berkurang.
http://pixabay.com/amyelizabethquinn

4. Anak Berbohong

Anak-anak kerap berbohong tanpa menyadari bahwa kita sebagai orang tuanya tahu mereka berbohong.

Solusi:

  • Alih-alih bersikap menghakimi atau marah, jelaskan bahwa berbohong tidak akan berujung baik bagi mereka.
  •  Berikan waktu agar mereka belajar bahwa kebohongan bukanlah suatu hal yang benar dan sering bersifat merusak.
  • Berikan pujian atas kejujurannya dan terapkan kedisiplinan yang tepat.

5. Perilaku Agresif dan Kekerasan

Anak-anak yang melakukan kekerasan bisa mengakibatkan stres pada orang tua. Terlebih jika orang tua harus berhadapan dengan komplain tentang tindakan kekerasan yang dilakukan anak terhadap orang lain.

Solusi:

  • Carilah penyebab utama kemarahan anak dan cobalah untuk memahaminya.
  • Seringnya anak-anak akan memiliki alasan yang masuk akal.
  • Jika kemarahan, keagresifan, dan tindakan kekerasan muncul berulang-ulang dan semakin meningkat intensitasnya, cara terbaik untuk menanganinya adalah dengan terapi anger management untuk solusi jangka panjang.
perilaku agresif pada anak
http://understood.org

6. Anak Mengeluh dan Merengek

Sebagian besar anak memang mengeluh dan merengek, tetapi ada beberapa yang melakukannya lebih sering.

Solusi:

  • Kemungkinan besar banyak orang tua yang tidak memahami bahwa anak-anak mengeluh dan merengek demi mencari perhatian.
  • Sesepele apa pun keluhannya, bicarakan semuanya dengan anak. Dibandingkan mengabaikannya, ini akan sangat membantu dan anak akan merasa dihargai.
anak-merengek
http://www.babysitting.academy

7. Anak Enggan Belajar

Banyak anak yang benci belajar dan orang tua sulit untuk menoleransi hal tersebut. Sebagai orang tua, kita mungkin cenderung akan membujuknya untuk belajar dan memberikan tekanan agar ia mendapat hasil terbaik.

Solusi:

  • Jika anak benar-benar tidak suka belajar, mulailah cari tahu apa yang menjadi ketertarikannya.
  • Terus menekan anak untuk belajar tidak akan berdampak baik.
  • Percayakan ia untuk membangun caranya sendiri dan belajar dari pengalaman-pengalamannya.
http://pixnio.com/Amanda Mills

8. Kebiasaan Makan yang Buruk

Masalah banyak orang tua di dunia adalah anak-anak mereka lebih menyukai makanan tidak sehat (junk food) daripada makanan yang benar-benar bernutrisi. Berbagai cara untuk mengubah situasi ini sudah dilakukan, mulai dari paksaan sampai bujukan, tetapi sepertinya jarang berhasil.

Solusi:

  • Hentikan pemaksaan kepada anak.
  • Jelaskan akibat-akibat dari setiap jenis makanan terhadap kondisi tubuh.
  • Buatlah makanan sehat dengan menu dan cara yang disukainya.
  • Libatkan anak dalam setiap proses menyiapkan makanan. Ini akan menumbuhkan selera atau ketertarikannya terhadap makanan sehat.

9. Kecanduan Terhadap Gawai (Gadget)

Pada generasi ini, anak-anak dilahirkan dengan kecenderungan lebih besar untuk tergantung pada gawai. Ketergantungan ini juga bisa mengurangi level kesabaran orang tua karena gawai menjadi andalan orang tua untuk menyelesaikan setiap masalah.

https://flickr.com/Brad Flickinger

Solusi:

  • Kontrol penggunaan gawai oleh anak dan batasi waktunya.
  • Tetapkan sejumlah peraturan yang harus dipatuhi anak secara disiplin.
  • Perkenalkan ia pada kegiatan atau hobi positif yang lebih menyenangkan.

10. Anak Terlalu Pemalu dan Kurang Percaya Diri

Beberapa anak sulit untuk berteman dan sering merasa kesepian. Ini harus menjadi perhatian orang tua karena anak bisa merasa sendiri dan terpinggirkan.

https://commons.m.wikimedia.org/Nevit Dilmen

Solusi:

  • Jika anak kita mengalami masalah ini, kita perlu menangani dengan hati-hati.
  • Pahami kepribadian dan karakter anak.
  • Jangan pernah memaksanya untuk berbaur dengan orang lain.
  • Secara umum, masalah ini akan teratasi seiring waktu berjalan dengan berkurangnya sifat pemalu pada umur tertentu.

11. Anak suka membantah (talk back)

Bantahan atau perkataan sarkastis yang mengundang tawa kerap ditampilkan dalam tontonan-tontonan di televisi. Ini membawa pesan tersirat bahwa membantah adalah hal yang wajar dan bisa dimaklumi, sehingga anak akan menirunya.

Solusi:

  • Kontrol apa yang anak tonton dan dampingi ia.
  • Pada umumnya, bantahan dimulai dari keluhan atau rengekan. Maka penanganan untuk anak yang membantah hampir sama dengan penanganan terhadap keluhan dan rengekan.
  • Tetapkan satu kata perintah seperti ‘berhenti’ setiap kali anak membantah. Sebagai pembelajaran bagi anak, selalu ucapkan kata itu saat caranya berbicara sudah melewati titik kepantasan.

Semua orang tua pasti mengharapkan kebaikan bagi anaknya. Hal inilah yang mungkin memicu keinginan setiap orang tua untuk menjadi sempurna, sehingga setiap kesalahan akan dianggap sebagai kegagalan dan bisa menyebabkan stres atau rasa frustasi yang tidak perlu. Penting untuk diingat bahwa parenting bukanlah sebuah kompetisi yang harus dimenangkan. Parenting adalah sebuah perjalanan yang perlu dinikmati. Setiap masalah yang bisa diatasi akan memberi satu pelajaran berharga tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi kita sebagai orang tua.[*]

Sumber:
https://www.everydayhealth.com
http://www.landomoms.com
http://www.momjunction.com
https://positiveparenting.com

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.