Anak Sering Bikin Marah Orang tua, Ini Cara Atasinya

0

Anak-anak memang senang membuat ulah. Pada usia pertumbuhan menuju remaja, ada saja hal-hal yang dilakukan dan terkadang menguras emosi orang tua. Seperti berlarian di tepi jalan, senang melompat-lompat di atas sofa, bermain kejar-kejaran sampai memecahkan perabot dan masih banyak lagi contoh ulah yang membuat kepala orang tua sering pusing tujuh keliling.

Tenang saja. Anak-anak hanya mengalami masa muda satu kali seumur hidup. Jangan sampai Anda terbawa emosi berlebihan yang berujung melakukan kekerasan pada si kecil. Anak yang nergik dan lincah memang cenderung aktif. Jika orang tua tidak memahami hal ini, maka seringkali membiarkan saja anak-anak mereka bermain sendiri tanpa bimbingan agar energi si kecil bisa disalurkan pada kegiatan yang positif.

Lantas, bagaimana cara mengurangi “kenakalan” atau lebih tepatnya hobi anak-anak yang sering bikin ulah dan jengkel orang tua? Baca terus ulasan kami yuk…

Berikan Anak Dorongan Positif 

dorongan-positiveTahukah Anda bahwa anak-anak yang sering berulah adalah anak yang ingin meminta perhatian orang tua? Ini adalah hal dasar yang harus diketahui orang tua. Reaksi orang tua terhadap anak juga akan selalu direkam dalam memori otak anak hingga seumur hidup mereka. Perhatikan pada apa saja yang anak lakukan. Ketika mereka bisa melakukan hal positif, segera berikan “reward” atau hadiah berupa pujian manis agar mereka mau mengulangi hal positif tersebut. Begitu pula, ketika mereka melakukan kesalahan, segera tegur dan disiplinkan.

Jalin komunikasi Yang Intens

child-adultKenapa anak sering membuat marah orang tua? Ada apa sebenarnya? Orang tua tidak boleh acuh pada perubahan yang terjadi pada diri anak. Bisa jadi, anak-anak sedang stres karena tekanan di lingkungan sekolah atau teman-teman pergaulan mereka. Buatlah sebuah hubungan orang tua dan anak yang dekat dan terbuka, sehingga anak-anak akan lebih leluasa mengatakan apa saja yang ingin mereka sampaikan pada keluarga secara verbal. Bukan dengan perbuatan yang negatif.

Bayangkan Jika Anda Sebagai Anak

reverse parents and kids - lowSebelum memarahi atau memukul anak, coba bayangkan bagaimana jika Anda berada dalam posisi si kecil? Apakah Anda senang apabila dimarahi, diteriaki atau dipukul? Tidak ada seorang pun di dunia ini yang mau ada dalam posisi tersebut. Apalagi buah hati Anda yang sangat berharga. Mungkin saja mereka rewel atau berulah karena mengantuk dan lapar. Cobalah untuk selalu mengajarkan anak cara berkomunikasi yang baik dengan ucapan dan bukan tindakan kekerasan atau menangis.

Berbekal tips-tips di atas anak-anak dapat mengurangi tingkah laku yang buruk karena dapat mengungkapkan apa yang mereka inginkan lewat komunikasi kata atau verbal pada orang tua. Setuju, kan? Bagaimana cara Anda mengatasi si kecil yang sering berulah? Berbagi di bagian komentar yuk. (terasluar-Detty)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.