Ayah dan Bunda, Inilah 18 Superfood Terbaik untuk Bayi

0

Bayi tidak makan terlalu banyak karena kapasitas perut mereka masih sangat kecil. Oleh karena itu, kita perlu memberinya asupan makanan yang mengandung beragam nutrisi. Bagi Ayah dan Bunda yang sedang bersiap mengenalkan makanan padat kepada bayi, yuk simak ulasan tentang superfood yang mengandung banyak zat gizi dan juga tepat diberikan sebagai makanan pertama untuk bayi kita berikut ini.

1. Pisang

irisan-buha-pisang
Pisang (pixabay.com/Couleur)

Pisang mengandung karbohidrat yang merupakan sumber utama energi. Selain itu, terdapat juga kandungan serat yang berperan dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Pisang merupakan makanan bayi yang praktis bahkan ketika dibawa berpergian karena mudah dikupas. Pisang yang kita sajikan untuk bayi harus benar-benar masak dan sudah dilembutkan. Pada usia 8-9 bulan, saat bayi mulai mengenal finger food (makanan yang mudah dipegang dan digenggam), Anda dapat memberikan potongan pisang. Pastikan pisang benar-benar matang agar mudah digigit dan dikunyah.

2. Ubi jalar

Ubi jalar adalah sumber potasium (kalium), vitamin C, dan serat. Ubi jalar juga kaya sekali akan beta-karoten, senyawa antioksidan yang membantu mencegah tipe-tipe kanker tertentu dan menyingkirkan radikal bebas. Banyak bayi yang akan menyukai ubi jalar melebihi sayuran lainnya karena secara alami rasanya sudah manis. Jika dimasak dan dihaluskan, ubi jalar akan menjadi puree yang mudah dikonsumsi bayi, bahkan bagi bayi yang baru mulai mengenal makanan padat.

3. Avokad

alpokat
https://www.healthline.com

Dalam avokad terdapat kandungan nutrisi paling lengkap dibandingkan bahan-bahan makanan sejenisnya. Avokad memiliki kandungan protein tertinggi di antara buah-buah lainnya dan kaya akan lemak tidak jenuh tunggal (lemak baik yang membantu mencegah penyakit jantung). Pastikan avokad yang akan dikonsumsi bayi benar-benar matang. Cuci kulit avokad dan keluarkan dagingnya, kemudian haluskan. Karena kandungan lemaknya tinggi, avokad bisa membuat bayi cepat kenyang. Berikan avokad dalam jumlah kecil bersama dengan makanan lainnya, seperti daging atau ayam.

4. Telur

Telur memiliki paket kebaikan dan manfaat sebagai sumber nutrisi. Putih telur kaya protein dan bagian kuningnya mengandung zink dan vitamin-vitamin (A, D, E, dan B12). Bukan itu saja, dalam kuning telur juga terkandung kolin (choline) yang berdasarkan penelitian penting untuk kesehatan dan perkembangan otak. Sebelumnya, dokter anak menyarankan kepada para orang tua untuk menunda pemberian telur, terutama bagian putihnya, sampai bayi berumur 1 tahun karena ada kemungkinan timbul reaksi alergi. Namun kini, hal itu telah berubah dan beberapa ahli percaya bahwa pemberian telur perlu ditunda hanya jika ada riwayat alergi di tengah keluarga. Berkonsultasilah dengan dokter anak sebelum memutuskan untuk memberikan telur bagi bayi Anda.

5. Wortel

wortel
https://www.goodhousekeeping.com

Dalam wortel tersimpan sejumlah besar beta-karoten sehingga membuatnya berwarna oranye. Beta-karoten berperan mendukung kesehatan mata dan pertumbuhan. Ia akan diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh. Memasak wortel memunculkan rasa manis alaminya. Ini akan disukai sebagian besar bayi karena mereka dilahirkan dengan kecenderungan untuk menyukai rasa manis. Pastikan wortel dimasak sampai lunak sebelum diberikan pada bayi, kemudian haluskan sampai menjadi puree. Jika bayi Anda sudah bisa memakan finger food yang teksturnya lebih keras, berikan wortel yang sudah dimasak dan dipotong-potong.

6. Yoghurt

Yoghurt adalah sumber kalsium, protein, dan fosfor yang penting dalam pembentukan tulang dan gigi yang sehat dan kuat. Yoghurt juga memiliki probiotik, jenis bakteri baik yang membantu sistem pencernaan dan kekebalan tubuh. Bayi membutuhkan lemak dari asupan makanannya, maka pilihlah yoghurt tanpa rasa (plain) yang diproses dari susu utuh (whole milk), bukan yoghurt berlabel rendah atau tanpa lemak. Hindari yoghurt dengan tambahan rasa karena kandungan gulanya tinggi. Anda bisa mencampurkan yoghurt dengan puree buah untuk membuatnya berasa. Bayi berusia kurang dari 1 tahun mungkin akan bereaksi terhadap kandungan protein susu dalam yoghurt. Anda tetap bisa memberikannya setelah berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu.

7. Keju

keju
https://unsplash.com (Photo by Jez Timms on Unsplash)

Keju adalah sumber protein yang merupakan nutrisi penting untuk pertumbuhan dan kalsium yang berguna untuk pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Keju juga mengandung sejumlah riboflavin (vitamin B2) yang membantu dalam proses mengubah protein, lemak, dan karbohidrat menjadi energi. Potong keju menjadi bagian-bagian kecil agar bayi terhindar dari risiko tersedak. Keju baik sebagai finger food bagi bayi yang sudah terbiasa dengan berbagai tekstur makanan.

8. Ayam

Kandungan nutrisi ayam meliputi protein dan vitamin B6 yang membantu tubuh mengekstraksi energi dari makanan. Bayi perlu mengonsumsi makanan berprotein secara teratur agar proses pertumbuhannya berjalan dengan baik. Jika bayi Anda tidak suka rasanya, Anda bisa mencampur ayam dengan sayur atau buah favoritnya.

9. Buah-buah sitrus

aneka-buah-sitrus
https://unsplash.com (Photo by Edgar Castrejon on Unsplash)

Semua jenis buah-buah sitrus seperti jeruk, lemon, dan jeruk grapefruit adalah sumber vitamin C yang membantu pembentukan kolagen. Kolagen adalah protein perekat yang terdapat di otot, tulang, dan jaringan tubuh lainnya. Vitamin C juga berperan dalam penyembuhan luka dan membantu penyerapan zat besi. Selain itu, buah-buah sitrus mengandung potasium (kalium), mineral yang berperan dalam kontraksi otot dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Tunggulah sampai bayi berusia 1 tahun untuk mulai memberikan buah-buah sitrus karena rasanya akan terlalu asam bagi bayi di bawah usia itu.

10. Daging merah

Dalam daging merah terdapat kandungan zat besi yang mudah diserap bayi. Zat besi berperan membantu sel-sel darah merah membawa oksigen ke seluruh sel tubuh dan juga penting bagi perkembangan otak. Sayangnya, kekurangan zat besi adalah salah satu kasus umum kekurangan nutrisi pada anak. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan masalah belajar dan perilaku jika berlangsung dalam waktu lama. Karena itulah, pastikan bayi Anda memperoleh asupan zat besi dari daging merah dan sumber-sumber lainnya. Berikan puree daging untuk bayi yang lebih muda. Untuk bayi yang sudah bisa mengunyah, Anda bisa memberikan daging yang sudah dimasak sampai benar-benar matang dan dipotong kecil-kecil.

11.  Labu Merah (Butternut squash)

labu merah
https://unsplash.com (Photo by Donna on Unsplash)

Bayi akan suka karena rasanya yang manis. Labu madu adalah sumber antioksidan beta-karoten. Di samping itu, ia juga mengandung vitamin C, potasium, serat, asam folat, sejumlah vitamin B, dan beberapa asam lemak omega-3. Kukus atau rebus labu sampai teksturnya lunak, kemudian haluskan sehingga menjadi puree.

12. Ikan

Ikan berdaging putih seperti ikan kod adalah sumber yang sangat baik untuk protein yang diperlukan bayi selama masa pertumbuhannya. Ikan berlemak seperti salmon mengandung vitamin-vitamin yang bisa larut dalam lemak dan juga lemak-lemak esensial seperti DHA yang mendukung perkembangan otak dan mata, serta sistem kekebalan. Ikan dapat menimbulkan reaksi alergi jadi berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anak Anda. Sesuai rekomendasi American Heart Association, Anda bisa menyajikan dua porsi ikan per minggu untuk bayi dan anak-anak. Namun, harus menjadi catatan Anda untuk menghindari ikan-ikan yang memiliki kandungan logam berat tinggi.

13. Tomat

buah tomat merah
https://unsplash.com (Photo by Ivan Timov on Unsplash)

Tomat kaya akan likopen. Pigmen merah dalam tomat ini merupakan antioksidan yang membantu mencegah kanker dan penyakit jantung. Likopen akan lebih mudah diserap tubuh jika tomat sudah dimasak menggunakan lemak (minyak). Jadi Anda bisa membuat saus tomat dengan sedikit minyak zaitun dan menyajikannya dengan pasta. Saus tomat yang dibuat sendiri lebih sehat karena mengandung lebih sedikit gula dan garam dibandingkan dengan saus yang dijual di pasaran.

14. Kacang-kacangan

Dalam kacang-kacangan terdapat banyak vitamin K, nutrisi yang bersama kalsium bekerja membantu pembentukan tulang yang sehat. Di samping itu, kacang-kacangan juga merupakan sumber antioksidan vitamin A, vitamin C, asam folat, dan sejumlah vitamin B. Memberikan kacang-kacangan sebagai makanan bagi bayi Anda akan memberi tambahan serat untuknya. Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan bayi dan anak-anak tidak mendapatkan cukup serat.

15. Brokoli

brokoli
https://unsplash.com (Photo by Joanna Kosinska on Unsplash)

Brokoli benar-benar mewakili definisi makanan superfood karena ia merupakan sumber vitamin C dan juga mengandung beta-karoten, asam folat, besi, potasium, dan serat. Cara terbaik memasak brokoli adalah dengan mengukus atau menggunakan microwave. Merebus brokoli mengakibatkan hilangnya separuh kandungan vitamin C. Jika bayi Anda tidak suka rasanya, terlebih dahulu campur brokoli dengan sayuran yang rasanya manis seperti ubi jalar atau labu kuning sebelum disajikan.

16. Pasta

Pasta kaya akan karbohidrat yang dalam tubuh akan dipecah menjadi sumber energi. Rasanya cukup ringan. Bentuknya yang bermacam-macam dan menarik pasti menggugah minat. Sebagian besar pasta diperkaya dengan vitamin dan mineral, seperti asam folat, besi, and sejumlah vitamin B. Pasta yang dibuat dari biji-bijian (multigrain) dan gandum utuh (whole wheat) juga mengandung serat, tetapi teksturnya mungkin terlalu keras untuk bayi. Pasta berukuran kecil yang dimasak sampai matang dan lunak bisa menjadi finger food bagi bayi yang usianya lebih tua dan balita.

17. Apel

https://unsplash.com (Photo by Daniel Fazio on Unsplash)

Puree apel sangat mudah dicerna sehingga ia merupakan makanan yang baik untuk bayi. Istilah diet BRAT yang meliputi pisang (banana), nasi (rice), apel (apple), dan roti panggang (toast) adalah rekomendasi dokter untuk pemulihan pasien diare. Apel kaya akan pektin, yaitu jenis serat yang larut dalam air sehingga membantu mencegah konstipasi.

18. Pepaya

Daging pepaya lembut dan mudah ditelan. Kandungan vitamin C dan beta-karoten dalam pepaya tinggi. Pepaya kaya akan serat yang terlarut dalam air dan berperan penting menjaga kesehatan fungsi usus. Di samping itu, pepaya juga mengandung enzim yang dapat membantu pencernaan.

Sekarang, Kapan Waktu yang Tepat untuk Mulai Mengenalkan Makanan-Makanan Superfood Itu kepada Bayi?

Makanan-makanan superfood tersebut umumnya bisa mulai diberikan pada bayi berusia 6 bulan atau lebih, ketika bayi mulai diperkenalkan dengan makanan pengganti ASI (MPASI). Hanya saja seperti ulasan di atas, bicarakan terlebih dahulu dengan dokter anak sebelum Anda memberikan telur, ikan, buah-buah sitrus, dan yoghurt, terutama jika bayi Anda berusia kurang dari 1 tahun. Bahan-bahan makanan tersebut bisa menimbulkan reaksi alergi. Makanan-makanan tertentu seperti puree daging, buah-buahan, dan sayuran mungkin bisa mulai diperkenalkan sedikit lebih awal sebelum bayi berusia 6 bulan, tergantung kemampuan makan dan kesiapan bayi Anda. Namun, perlu diingat bahwa semua jenis makanan padat tidak boleh diberikan kepada bayi berusia di bawah 4 bulan.

Karena kecepatan pertumbuhan setiap bayi tidak sama, konsultasi dengan dokter anak diperlukan jika Anda tidak yakin tentang kapan saat yang tepat untuk memberikan makanan tertentu atau makanan mana yang baik untuk bayi Anda.[*]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.