Cara Mengatasi Anak Aktif dan Tak Mau Diam

0

Setiap orang tua pastinya menginginkan anaknya tumbuh dengan sehat dan cerdas. Apalagi bila anak tersebut dapat berinteraksi dengan orang lain serta aktif. Namun sayangnya anak terkadang sangat aktif dimasa pertumbuhannya. Bahkan kita sebagai orang tua pun sulit untuk mengaturnya. Berikut ini cara mengatasi anak aktif dan tak mau diam dengan cara yang baik.

Menyusun Kegiatan yang Menguras Tenaga

Cara mengatasi anak aktif dan tidak bisa diam yang pertama adalah dengan cara orang tua menyusun kegiatan yang dapat menguras tenaga. Pastinya setiap anak tidak bisa diam walaupun hanya 5 menit. Hal yang dipikirkan oleh seorang anak pastinya bermain serta bermain. Oleh karena itu, peran orang tua dalam hal ini sangatlah penting. Bila di rumah diperbolehkan untuk memelihara hewan peliharaan maka cobalah berikan seekor anjing atau kucing. Lalu ajaklah anak untuk mengurusi hewan peliharaan tersebut. Menjelang sore hari, ajak anak untuk membawa anjing atau kucing untuk berkeliling sekitar rumah. Pastinya hal ini akan disukai oleh anak dan anak Anda  dapat berinteraksi serta menyayangi hewan secara langsung.

Ajak Anak Bermain di Luar

Ada beberapa orang tua yang tidak menyukai bila anaknya bermain di luar rumah karena takut dengan kuman di luar rumah ataupun diculik oleh orang yang tidak dikenal. Padahal mengajak anak bermain di luar sendiri sangat bagus untuk motoriknya. Anak sendiri membutuhkan banyak main khususnya di luar rumah untuk mengenal alam sekitar. Anak yang sangat aktif dan tidak mau diam sangat bagus bila dibiarkan untuk bermain di luar rumah. Hal ini akan mempengaruhi psikologinya. Anak yang bermain di luar pastinya akan mudah berinteraksi dengan orang lain. Namun akan berbeda bila anak terus berada di rumah. Anak akan sulit untuk berkomunikasi khususnya dengan dunia luar. Untuk membuat mental anak tidak menjadi takut atau tidak pede maka biarkan anak untuk bermain di luar.

Mengetahui Mainan yang Disukai

Setiap anak pastinya menyukai untuk bermain. Disaat itu pula orang tua pastinya akan menyediakan berbagai mainan di rumah untuk sang anak. Namun sayangnya anak sangat mudah bosan ketika bermain sehingga anak memilih mainan lain yang menurutnya sangat menyenangkan. Dalam hal ini orang tua perlu mengetahui mainan yang disukai oleh anak hingga sang anak sangat fokus untuk memainkannya. Disaat anak tidak bisa diam maka kita dapat memberikan mainan tersebut hingga anak memilih untuk memainkan mainan yang disukainya. Mainan sendiri pastinya banyak sekali jenisnya. Selain itu, orang tua perlu cerdas untuk memilih mainan yang sesuai dengan umurnya.

Ajak Anak Untuk Membersihkan Rumah

Ketika ibu sedang asyik membersihkan rumah sedangkan anak tidak bisa diam bahkan membuat rumah semakin kotor maka langkah yang harus dilakukan adalah ibu harus mengajak anak untuk ikut serta membersihkan rumah. Beberapa orang tua melarang anaknya untuk membantu orang tua ketika membersihkan rumah karena akan membuat kacau. Padahal hal ini sangat salah. Sejak kecil anak sendiri perlu dididik untuk membersihkan rumah namun dengan pendekatan yang berbeda. Ajarkan pada anak bahwa membersihkan rumah sama saja seperti bermain mainan. Orang tua perlu memikirkan cara agar anak merasa nyaman ketika membersihkan rumah. Perhatikan anak dengan hati-hati agar anak tidak memasukkan benda ke dalam mulutnya. Setelah itu, ajarkan anak untuk mencuci tangan setelah selesai membersihkan rumah.

Ajak Anak Untuk Berolahraga

Ketika anak sedang aktif-aktifnya pastinya hal ini terkadang membuat orang tua merasa bingung untuk mengontrol sang anak. Anak yang terlalu aktif terkadang sangat sulit untuk diatur. Untuk itu ibu harus mencari cara agar anak taat kepada orang tua. Salah satunya dengan cara mengajak anak untuk berolahraga. Bila ibu menyukai dengan yoga, ibu dapat mengajak anak untuk beryoga bersama. Namun bila anak suka beraktivitas di rumah maka olahraga yang bagus dilakukan adalah lari, jalan kaki ataupun berenang. Dengan mengajak anak berolahraga secara dini pastinya hal ini dapat terbawa hingga dewasa nanti. Hal ini tentunya sangat mudah dilakukan.

Kembangkan Bakat Anak

Setiap anak pastinya mempunyai minat dan bakat masing-masing. Ketika masih kecil pastinya bakat sang anak belum terlalu menonjol. Dalam hal ini orang tua dapat menuntut anak untuk menggapai bakatnya dengan cara mengembangkannya sedari dini. Namun sebelumnya orang tua harus mengetahui bakat dan minat yang anak sukai. Kemudian masukkan anak ke sebuah les untuk mengasah bakatnya menjadi lebih baik. Bakat sendiri bila terus diasah tentu akan menghasilkan sebuah prestasi di masa depan. Oleh karena itu, hal ini tidak boleh diremehkan oleh orang tua. Bakat dan minat yang terus diasah oleh anak tentu akan mempengaruhi rasa percaya diri seorang anak menjadi sangat tinggi.

Mengikuti Sekolah Lebih Awal

Beberapa orang tua berpikir bahwa memasukkan anak terlalu dini ke sekolah adalah hal yang tidak wajar. Padahal memasukkan anak ke sekolah secara dini sangat baik untuk anak yang sangat aktif dan tidak mau diam. Namun ketika orang tua ingin memasukkan anak ke sekolah tentu harus memilih sekolah dengan teliti. Hal ini dikarenakan ada beberapa sekolah yang memberatkan anak untuk belajar serius dibandingkan bermain. Tentu hal ini akan membuat anak menjadi stress secara cepat. Oleh karena itu, pilihlah sekolah yang memiliki sistem pendidikan yang mengedepankan anak untuk bermain sambil belajar. Anak sendiri membutuhkan waktu bermain yang sangat banyak karena masih dalam proses pertumbuhan.

Mengajarkan Kedisiplinan

Tidak hanya orang dewasa saja yang membutuhkan kedisiplinan di dalam rumah namun anak-anak pun juga perlu disiplin dalam berbagai hal seperti halnya waktunya untuk menyusui, tidur ataupun bermain. Disaat waktu tersebut tidak berjalan dengan baik pastinya hal ini akan mengacaukan hal yang lainnya. Oleh karena itulah orang tua perlu mengajarkan anak untuk disiplin secara dini agar terbawa hingga dewasa nanti. Untuk membuat anak menjadi disiplin tentu bukanlah hal yang mudah bagi orang tua. Orang tua bisa mengajarkan hal-hal kecil yang dapat dilakukan oleh anak seperti membuang sampah pada tempatnya ataupun menaruh sepatu ataupun membereskan mainan setelah bermain.

Memberikan Waktu Lebih Bersama Anak

Ada beberapa anak yang membuat ulah ataupun tidak bisa diam karena sedang mencari perhatian kepada orang tua. Tentu hal ini terkadang membingungkan orang tua karena tidak mengerti. Untuk mengerti anak sendiri tentu orang tua perlu mendekatkan diri kepada anak agar lebih terbuka dan mengetahui isi hati sang anak. Bila orang tua jarang bersama anak maka yang perlu dilakukan adalah berikan waktu lebih untuk bersama anak. Anak sendiri membutuhkan banyak waktu bersama orang tuanya selagi masih kecil. Anak membutuhkan banyak kasih sayang dari orang tua. Hal ini juga pastinya akan mempengaruhi psikologi sang anak hingga dewasa. Anak aktif sendiri dapat dikontrol oleh orang tua bila anak menganggap orang tuanya adalah orang yang bisa dipercayainya. Namun berbeda bila anak sudah tidak menyukai orang tuanya sendiri tentu hal ini akan sulit untuk mengontrol anak untuk mematuhi perintah orang tua.

Mengajarkan Pendidikan Karakter

Ketika kita sekolah tentunya kita akan diajarkan tentang pendidikan karakter. Pendidikan karakter sendiri membuat seorang anak menjadi lebih baik dari yang awalnya buruk. Ketika anak sedang aktif-aktifnya orang tua tidak boleh melupakan untuk tidak mengajarkan anak tentang pendidikan karakter. Ketika anak telah tertanam pendidikan karakter secara dini pastinya hal ini akan terbawa hingga dewasa. Bahkan membuat anak lebih dihargai oleh orang lain. Mengajarkan anak tentang pendidikan karakter tentu bukanlah hal yang mudah. Namun bila orang tua telah memaksakan anak untuk menerima pendidikan karakter secara dini pastinya di masa depan anak akan menghargai orang lain dengan mudah.

Membiarkan Saja

Bila orang tua tidak mau repot untuk menghadapi anak yang terlalu aktif maka yang perlu dilakukan adalah membiarkan saja. Ketika anak dilarang tentu saja hal ini akan membuat stress anak bahkan membuat anak menjadi tertekan. Maka dari itu, orang tua dapat memberikan kebebasan pada anak namun juga di bawah pengawasan orang tua. Simpan semua benda tajam pada tempat yang tidak bisa diraih oleh anak ataupun benda pecah yang dapat membahayakan dirinya sendiri. Dengan cara ini tentu akan membuat tenang untuk orang tua agar membebaskan bergerak sesuka hatinya.

Ajarkan Waktu Istirahat dan Waktu Bermain

Ketika anak sedang asyik bergerak ataupun bermain tentu hal ini terkadang membuat anak untuk lupa segalanya. Bahkan memicu anak untuk lupa makan ataupun tidur. Oleh karena itu peran orang tua dalam hal ini adalah mengajarkan anak agar anak mengetahui kapan waktu untuk dirinya bermain dan istirahat. Hal ini sangat penting sekali diajarkan oleh anak agar anak tidak memberontak saat orang tua memaksanya untuk berhenti bermain.

Ajarkan Anak Tentang Agama

Ketika orang dewasa sedang beribadah pastinya membutuhkan sebuah ketenangan agar mendapatkan kekhusyuan. Ketika anak sangat aktif ajarkan anak tentang agama agar dirinya belajar untuk menjadi tenang. Pastinya mengajarkan anak untuk menjadi tenang ketika belajar agama bukanlah hal yang mudah. Hal yang harus dilakukan oleh orang tua adalah melakukan pendekatan sehingga anak tunduk kepada orang tua. Ketika anak sudah mengetahui bahwa anak perlu diam ataupun tenang ketika berdoa pastinya dirinya akan mengikuti secara perlahan-lahan. Oleh karena itu, mengajarkan anak tentang agama kepada anak sendiri harus secara pelan-pelan.

Dengarkan Anak Berbicara

Anak sendiri sedari kecil juga butuh diajak bicara oleh orang tua. Ketika anak sedang aktif-aktifnya maka yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah mendengarkan apa yang anak bicarakan. Dalam hal ini orang tua harus menjadi pendengar yang baik bagi anak. Ketika anak berbicara pastinya terkadang ada hal yang tidak kita mengerti karena belum berbicara jelas. Maka yang perlu dilakukan oleh orang tua adalah mendengarkan sambil mengajarkan anak berbicara. Ketika anak banyak berbicara tentu hal ini akan membuat kosa katanya semakin banyak. Bahkan membuat anak semakin cepat untuk berbicara secara lancar. Ketika anak jarang diajak berbicara oleh orang tua pastinya anak akan sulit bahkan lambat untuk berbicara. Bila anak ingin lancar berbicara secara cepat maka orang tua perlu mengajak berbicara sesering mungkin. Hindari memarahi anak bila anak melakukan kesalahan ketika belajar berbicara karena hal ini dapat membuat anak tidak percaya diri.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.