Menciptakan Udara Sehat di Rumah dengan Tumbuhan Sukulen

0

Tumbuhan sukulen adalah tumbuhan yang batang atau daunnya berdaging tebal sebagai tempat penyimpanan air. Istilah sukulen, dalam bahasa Inggris disebut succulent, berasal dari kata Latin sucus yang berarti air atau getah. Lidah buaya dan kaktus adalah dua contoh sukulen yang bisa cukup mudah ditemukan di sekitar kita.

Sukulen biasanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias, baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Karena adanya cadangan air yang tersimpan dalam batang atau daunnya, sukulen tidak perlu sering disiram. Kemudahan dalam perawatan inilah yang menjadi salah satu nilai tambah sukulen sebagai tanaman hias, selain karena kenampakannya yang cantik dan jenisnya yang beragam.

Namun, tahukah Anda bahwa tumbuhan sukulen juga bisa berperan menciptakan lingkungan yang sehat? Selain menghasilkan oksigen sebagai produk akhir proses fotosintesis seperti umumnya tumbuhan-tumbuhan lain, tumbuhan sukulen juga mampu menyerap racun yang mencemari udara.

Senyawa polutan yang banyak terdapat di udara antara lain sebagai berikut:

1. Benzena

Salah satu penggunaan benzena adalah sebagai zat aditif dalam bensin, yang berfungsi untuk menaikkan nilai oktan bensin dan mengurangi ketukan pada mesin. Selain itu benzena juga berperan dalam industri obat-obatan, plastik, karet sintetis, dan pewarna. Benzena bersifat karsinogenik.

2. Formaldehida

Formaldehida bisa dihasilkan dari pembakaran karbon, contohnya pada asap akibat kebakaran hutan dan asap dari knalpot kendaraan bermotor. Dalam bidang industri formaldehida merupakan salah satu bahan pembuatan resin termoset yang dipakai sebagai lem permanen pada kayu lapis dan karpet. Keracunan formaldehida bisa berakibat pada iritasi dan paparan dalam jumlah besar dapat mengakibatkan kematian.

3. Trichloroethylene

Trichloroethylene adalah pelarut bahan-bahan organik. Senyawa ini merupakan salah satu bahan pembuatan cat dan bahan pelapis logam. Jika terhirup, trichloroethylene bisa menyebabkan gangguan pada sistem saraf. Pada binatang, trichloroethylene bersifat karsinogenik.

4. Xylene

Xylene umumnya juga digunakan sebagai pelarut. Xylene berperan dalam industri percetakan, karet, dan kulit, serta dapat ditemukan pada tinta dan lem. Jika uap xylene terhirup, akan terjadi gangguan pada sistem saraf dengan gejala sakit kepala, pusing, mual, dan muntah. Paparan jangka panjang bisa mengakibatkan sakit kepala, iritasi, depresi, insomnia, tremor, gangguan konsentrasi, dan memori.

5. Toluena

Toluena merupakan pelarut pada beberapa produk, seperti cat kuku, bahan pengharum, tinta, dan thinner. Toluena juga dapat ditemukan sebagai salah satu zat aditif pada rokok. Jika terhirup, efeknya sama dengan uap trichloroethylene dan xylene, yaitu akan berpengaruh pada sistem saraf. Paparan dalam jumlah besar akan menyebabkan gangguan pendengaran dan memori, serta resiko masalah kesehatan serius pada ibu hamil dan janinnya.

Berikut ini contoh beberapa sukulen yang bisa menyerap zat polutan di udara:

1. Kaktus

Kaktus (sumber: https://pixabay.com/en/cactus-plant-nature-cacti-green-2037317/)

Kaktus dipercaya mampu mengurangi atau meredam radiasi di udara. Secara alami kita memang selalu terpapar radiasi alam. Radiasi ini tidak berbahaya karena dosis atau besarannya yang relatif kecil. Namun, dengan berkembangnya teknologi, semakin banyak sumber radiasi buatan yang lekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
Selain kemampuannya mengurangi radiasi, kaktus juga ternyata memiliki kemampuan unik lainnya, yaitu menyerap gas karbondioksida (CO2) pada malam hari.

2. Lidah buaya (Aloe vera)

Lidah buaya (sumber: https://pixabay.com/en/aloe-vera-spines-healing-foliage-2623317/)

Berdasarkan penelitian NASA, lidah buaya terbukti sebagai tumbuhan yang dapat membersihkan udara dengan sangat efektif. Tumbuhan ini bisa menyerap benzena dan formaldehida.

3. Lidah mertua (sansevieria)

Lidah mertua (sumber: https://pixabay.com/en/sansevieria-plant-nature-love-deco-2582056/)

Telah dipercaya oleh banyak orang bahwa hampir mustahil untuk mematikan lidah mertua karena ketahanannya yang kuat. Selain membersihkan udara dari kandungan benzena dan formaldehida, lidah mertua juga dapat mengabsorb dan menguraikan trichloroethylene, xylene, dan toluena._

4. Dracaena

Dracaena sanderiana (sumber: http://www.plantbook.org/plantdata/liliaceae/dracaena_sanderiana.html)
Dracaena angustifolia (sumber: https://fr.m.wikipedia.org/wiki/Dracaena_angustifolia)

Tumbuhan yang termasuk dalam genus ini ada bermacam-macam. Beberapa contohnya adalah bambu rezeki (Dracaena sanderiana), suji (Dracaena angustifolia), Dracaena marginata, dan Dracaena fragrans. Dracaena dapat menyerap senyawa benzena, formaldehida, trichloroethylene, xylene, dan toluena dari udara._

Tumbuhan sukulen tidak hanya menawarkan keindahan dan kecantikan yang sedap dipandang mata, tetapi juga kebersihan udara melalui perannya sebagai filter alami. Jadi, bukankah sekarang saat yang tepat untuk mulai menanam sukulen di pekarangan atau menempatkannya dalam pot di pojok ruangan rumah Anda?[*]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.