Pasar Papringan Ngadiprono Tradisional, Unik dan Bebas Sampah Plastik

suasana pasar papringan ngadiprono
0

Hayoo, siapa yang belum pernah ke pasar ? Pasti sudah pernah semua kan ? hehe, di pasar selain murah juga bisa di tawar. Namun ada yang unik dari Pasar Papringan Ngadiprono ini, tempat yang dijadikan pasar bukanlah lahan strategis pada umumnya melainkan hutan bambu. Kebanyang nggak sih hutan malah dijadikan pasar, serem ?? Nggak serem kok, pasar ditengah hutan bambu suasananya menjadi sejuk dan masih alami.

suasana pasar papringan ngadiprono

Pasar Papringan Ngadiprono terletak di Dusun Ngadiprono, Temanggung. Dulunya hutan ini adalah tempat pembuangan sampah oleh warga, namun warga sudah tidak membuang sampah lagi ditempat ini dan menjadi lahan kosong seperti hutan. Lalu terbentuklah pasar papringan, pasar yang berada ditengah-tengah pohon bambu/pring. Pasar papringan sangat unik karena pedagang menggunakan pakaian tradisional jawa,dan disini menjual jajanan ndeso atau makanan tradisional yang keberadaannya hampir punah. Contohnya seperti makanan kocomoto, ketan tambah, citak, gemblong, tiwul, iwel-iwel, bajingan kimpul, bajingan singkong, tape ketan, gablok pecel, sego gono, sego abang, sego kuning, sego rames, sego jagung. Ada juga jamu, godhogan, kopi, es jeruk, es teh, gudheg, opor, kupat tahu, gulai ayam, soto, bebek kampung, gorengan, lotis, lotek dan camilan.

makanan tradisional

Bukan Hanya Makanan Loh

Selain makanan tradisional ada juga oleh-oleh, hasil tani, cukur rambut, pijet dan mainan tradisional seperti egrang, ayunan dari kayu, jungkat-jungkit dari kayu.

permainan tradisional egrang

Oh iya kalau mau belanja di pasar papringan tidak menggunakan uang rupiah lho, namun menggukan uang jaman dulu “duwit pring” yaitu uang yang terbuat dari bambu. Caranya kamu harus menukarkan uang rupiah ke loket penukaran uang, Rp. 20.000,- bisa mendapatkan 10 keping duwit pring dan berlaku kelipatannya.

uang bambu

 Pasar papringan ini hebat lho karena tidak menggunakan unsur plastik sama sekali. Para pedagang menjual dagangannya menggunakan tampah yang terbuat dari bambu, daun pisang, batok kelapa, bahkan keranjang belanja pun terbuat dari bambu. Jadi pasar yang ramah lingkungan untuk kita bukan ? Namun bagi yang mau membeli makanan berkuah atau minuman untuk dibawa pulang diharapkan bisa membawa wadah sendiri dari rumah.

Pasar Tradisional Dengan Fasiltas Lengkap

Fasilitas di dalam pasar juga sudah cukup lengkap seperti toilet, tempat cuci tangan, tempat sampah, dan bilik menyusui.

bilik menyusui

Pasar ini buka sebulan hanya 2 kali yaitu saat Minggu Pon dan Minggu Wage. Dan tidak dikenakan biaya tiket masuk, hanya dikenakan biaya parkir saja Rp 2.000,- untuk motor dan Rp. 5.000,- untuk mobil. Buka dari pukul 06.00 pagi hingga 12.00 siang. Akses menuju pasar papringan cukup mudah, jika kamu tidak menggunakan transportasi pribadi kamu bisa menggunakan transportasi umum. Dari Temanggung kota bisa naik angkutan desa menuju ke arah Kedu, lalu turun di Balai Desa Ngadimulyo. Dari balai desa bisa jalan kali sejauh 1,6 km atau menggunakan jasa ojek dengan tarif sebesar Rp. 5.000,- maka akan langsung diantar menuju pasar.

Rute Menuju Pasar Papringan Ngadiprono

Bagi yang menggunakan transportasi pribadi dari arah Temanggung/Magelang/Semarang via Secang, dari pertigaan Maron, jalan lurus ke arah Parakan sejauh  3,9 km. Sampai di perempatan atau lampu merah Kedu belok kanan. Lalu lurus saja sejauh 2,8 km, sampai di Balai Desa Ngadimulyo ikuti jalan seberang balai desa tersebut sejauh 1,6 km.

Bagi yang menggunakan transportasi pribadi dari arah Parakan/Wonosobo, dari perempatan lampu merah Kedu belok kiri. Kemudian lurus saja sejauh 2,8 km, sampai di Balai Desa Ngadimulyo ikuti jalan seberang balai desa tersebut sejauh 1,6 km. Bagi yang menggunakan GPS bisa menulis lengkap nama lokasi yaitu Pasar Papringan Ngadiprono.

Selamat berjalan-jalan ^^

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.