Resep Tiga Sajian Es Tradional Khas Indonesia

0

Di tengah munculnya beragam sajian es berjuluk kekinian, kita juga memiliki sajian es tradisional dengan rasa yang tidak kalah nikmat dan segarnya. Sajian es tradisional Indonesia biasanya memiliki cita rasa unik karena memadukan berbagai bahan seperti santan, susu, buah-buahan tropis, dan sebagainya.

Kali ini, mari kita coba membuat tiga macam sajian es yang cukup populer dan sangat digemari oleh banyak orang: es doger, es teler, dan es pisang ijo. Ketiganya cocok sekali disajikan untuk keluarga Anda atau pada saat acara-acara istimewa.

1. Es Doger

Es doger (style.tribunnews.com)

Ada yang menyebut es doger berasal dari Cirebon, Bandung, atau Betawi. Ciri khas minuman ini adalah bahan utamanya yang berasal dari kelapa, yaitu santan dan daging kelapa. Doger sendiri konon merupakan kepanjangan dari dorong gerobak karena pada mulanya para penjual es doger menggunakan gerobak yang didorong untuk menarik perhatian pembeli.

Bahan-bahan doger:

  • 1 liter santan dari 1 butir kelapa parut
  • 250 gram gula pasir
  • 1/8 sendok teh pewarna makanan warna merah
  • 2 buah kelapa muda (degan), keruk atau serut halus

Bahan-bahan pelengkap (optional):

  • 150 gram tapai singkong (peuyeum), buang bagian tengahnya, potong-potong dadu sebesar ± 1 cm
  • 150 gram tapai ketan hitam siap pakai
  • Roti tawar secukupnya, potong-potong dadu
  • Kolang-kaling secukupnya, rebus untuk menghilangkan bau asamnya
  • Bubur sagu mutiara secukupnya, rebus
  • Selasih secukupnya, rendam dalam air matang dingin lalu tiriskan
  • Cendol atau dawet hijau secukupnya
  • 100 ml kental manis putih

Cara pembuatan:

Cara membuat doger:

  1. Rebus santan dan gula pasir sambil terus diaduk sampai mendidih. Tambahkan pewarna makanan, aduk rata.
  2. Matikan api dan aduk larutan santan sampai dingin.
  3. Simpan di dalam freezer sampai agak beku. Keruk-keruk dengan sendok, lalu kocok dengan mixer. Lakukan sampai dua atau tiga kali agar hasil es krim kelapa doger halus.
  4. Pada kocokan terakhir, masukkan kelapa serut. Aduk rata.

Penyajian:

  1. Letakkan bahan pelengkap es doger seperti tapai singkong, tapai ketan hitam, potongan roti, kolang-kaling, bubur sagu mutiara, selasih, dan cendol dalam mangkuk atau gelas saji, kemudian tambahkan kerukan es krim doger santan.
  2. Tuangi kental manis. Sajikan.

2. Es Teler

Es teler (teraju.id/community)

Sejarah es teler bermula dari seorang penjual es campur di daerah Menteng, Jakarta Pusat bernama Tukiman Darmowijono. Saking enaknya es campur kreasi beliau, anak-anak muda mengaku keenakan seperti teler setelah meminumnya.

Bahan-bahan:

  • 200 gram nangka, potong-potong kotak
  • 4 buah alpokat, sendok dagingnya
  • 3 buah kelapa muda, keruk lebar
  • 175 ml kental manis putih
  • Es serut secukupnya

Bahan saus santan:

  • 500 ml santan dari 1/2 butir kelapa
  • 1/4 sendok teh garam
  • 1 lembar daun pandan

Bahan sirop gula:

  • 250 ml air
  • 250 gram gula pasir
  • 1 lembar daun pandan

Cara pembuatan:

  1. Untuk saus santan: Masak santan, garam, dan daun pandan sampai mendidih, aduk-aduk agar santan tidak pecah. Lalu dinginkan.
  2. Untuk sirop gula: Rebus gula, air, dan daun pandan. Rebus hingga gula larut dan larutan sirop gula mendidih, kemudian dinginkan.

Penyajian:

Tata potongan nangka, daging alpokat, dan kelapa muda di dalam mangkuk, lalu tambahkan santan dan sirop gula. Sajikan bersama es serut dan kental manis putih di atasnya.

3. Es Pisang Ijo

Es pisang ijo (mediasulsel.com)

Es pisang ijo adalah sajian khas dari Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan. Sebutan pisang ijo (hijau) berasal dari bahan utama pisang yang dibalut dengan adonan berwarna hijau. Pisang ijo disajikan dengan pelengkap bubur seperti bubur sumsum dan sirop khas Makassar.

Bahan-bahan:

  • 275 ml santan dari 1/4 butir kelapa
  • 75 gram tepung beras
  • 50 gram tepung beras ketan
  • 25 gram gula pasir
  • 1/2 sendok teh garam
  • Pasta pandan secukupnya
  • 4 buah pisang raja, kukus bersama kulitnya
  • 1 sendok makan minyak untuk mengoles
  • Beberapa lembar kertas roti

Bahan bubur:

  • 350 ml santan dari 1/2 butir kelapa
  • 50 gram tepung beras
  • 1/2 sendok teh garam
  • 2 lembar daun pandan, ikat

Bahan pelengkap:

  • Sirop DHT (sirop pisang ambon khas Makassar) atau sirop cocopandan secukupnya
    Es serut secukupnya

Cara pembuatan:

Cara membuat pisang ijo:

  1. Kupas pisang raja yang telah dikukus. Sisihkan.
  2. Campur santan, tepung beras, tepung beras ketan, gula, garam, dan pasta pandan sampai rata. Masak semua bahan tersebut sambil diaduk di atas api sedang sampai meletup-letup. Segera matikan api.
  3. Setelah agak dingin, remas-remas adonan. Tambahkan pasta pandan jika warnanya dirasa kurang hijau.
  4. Bagi adonan kulit menjadi empat bagian. Ambil satu bagian, pipihkan di atas kertas roti yang sudah diolesi dengan minyak. Letakkan satu buah pisang raja kukus, lalu balut permukaannya dengan adonan kulit. Bungkus dengan kertas roti dan ikat ujung-ujungnya.
  5. Panaskan kukusan. Kukus pisang berbalut adonan kulit hijau di atas api sedang selama 25 menit atau hingga matang, kemudian angkat dan dinginkan. Lepaskan kertas roti.

Cara membuat bubur:

  1. Masak santan, tepung beras, garam, dan daun pandan di atas api kecil hingga meletup-letup dan matang. Matikan api.

Penyajian:

  1. Potong-potong pisang ijo.
  2. Tata potongan pisang ijo dan bubur di dalam mangkuk, tambahkan es serut dan tuangi sirop DHT atau sirop cocopandan.

Selamat mencoba![*]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.