Tips Cegah Keputihan bagi Ibu Hamil

0

Hamil merupakan peristiwa penting bagi seorang wanita. Saat hamil tersebut tentu saja banyak perubahan yang akan dialami oleh seorang wanita terutama masalah hormon. Pada saat hamil akan terjadi peningkatan pengeluaran cairan vagina daripada biasanya yang disebabkan karena adanya perubahan hormonal selama kehamilan.

Sebenarnya keputihan tidak menjadi masalah jika keputihan tersebut dikatakan normal. Yang disebut normal bila cairan yang keluar bertekstur encer, berwarna bening atau putih susu, tidak menyebabkan gatal, dan tidak berbau. Cairan ini biasanya akan meningkat dengan bertambahnya usia kehamilan. Namun jika keputihan yang terjadi berubah warna menjadi kuning kehijauan, putih bergumpal, berbau, menimbulkan rasa gatal maka perlu diperiksakan karena bisa berdampak buruk pada janin. Adapun penyebab keputihan yang terbanyak adalah infeksi jamur (kandidiasis).

tips keputihan hamilKelainan pada keputihan ibu hamil memang tidak bisa dianggap sepele karena infeksi Chlamydia dapat menyebabkan terjadinya keguguran, pecah selaput ketuban dini atau sebelum waktunya (persalinan prematur). Infeksi seperti ini bisa berakhir pada kematian pada ibu dan anak bila tak ditangani dengan segera. Infeksi virus Herpes Simpleks dapat menyebabkan radang pada otak bayi (ensefalitis) sedangkan infeksi jamur Candida dapat meningkatkan risiko terjadinya ayan (epilepsi). Infeksi lain yaitu virus HPV dapat menyebabkan terjadinya papiloma laring pada bayi yang menyebabkan gangguan pernapasan dan gangguan pencernaan bayi hingga kematian dan infeksi bakteri Neisserea Gonorrhoeae dapat menyebabkan infeksi pada mata bayi hingga terjadi kebutaan.

Nah mengingat bahaya yang ditimbulkan akibat keputihan saat hamil maka ada beberapa langkah untuk mencegahnya yaitu:

tips hamil keputihan

  • Bersihkan dan Keringkan selalu bagian kemaluan setiap habis buang air kecil dan besar dengan benar yaitu arah basuh dilakukan dari arah depan ke belakang. Sebab hal ini efektif untuk menanggulangi infeksi dari mikroorganisme yang berasal dari dubur apalagi setelah buang air besar.
  • Ganti celana dalam jika lembab atau basah mengingat wanita hamil sering buang air kecil.
  • Pakailah celana dalam yang terbuat dari katun sehingga mudah menyerap keringat sehingga tidak lembab dan menyebabkan jamur berkembang biak.
  • Tidak disarankan menggunakan pembersih vagina yang bersifat antiseptik, bersihkan vagina dengan air mengalir yang bersih tanpa perlu memasukkan cairan pembersih vagina ke dalam liang vagina.
  • Bila menemukan keputihan yang berbau, berubah warna, putih menggumpal, dan terasa gatal, maka segera konsultasikan ke dokter sehingga dokter dapat menilai adanya kemungkinan infeksi dan dapat ditangani sedini mungkin.
  • Khusus untuk keputihan ibu hamil akibat infeksi, maka pasangan seksual penderita pun harus diperiksa dan diobati agar tidak berakibat fatal.

Save

Save

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.